TBM D’Qadar Gelar Talkshow Book Day, Ketua PC PMII Paser Angkat Peran Pemuda dan Opini Publik

PMII Paser — Ketua Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Paser, Yarahman, hadir sebagai pembicara dalam talkshow bertajuk Book Day yang diselenggarakan oleh komunitas Taman Bacaan Masyarakat (TBM) D’Qadar di Kedai Rakyat, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Tanah Grogot, Minggu (17/05/2026).

Kegiatan tersebut merupakan program diskusi rutin yang digelar setiap dua pekan sekali dengan konsep santai dan terbuka. Agenda ini bertujuan membahas isu kepemudaan sekaligus menyoroti perkembangan daerah melalui sudut pandang generasi muda.

Program tersebut diprakarsai oleh pegiat literasi sekaligus pendiri TBM D’Qadar, Dodi Wahyudi. Dalam setiap pelaksanaannya, diskusi menghadirkan tokoh maupun pemuda inspiratif yang aktif dalam gerakan pengembangan kepemudaan.

Puluhan peserta dari berbagai kalangan turut hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari komunitas, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), hingga mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi. Diskusi dipandu oleh Dini Aulia, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Tanah Grogot, dengan mengangkat tema “Pemuda dan Opini”.

Dalam pemaparannya, Yarahman menyampaikan bahwa pemuda dan opini publik merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, perkembangan media sosial, media online, hingga kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam pola komunikasi dan pembentukan budaya masyarakat.

Foto: Suasana Diskusi santai pada TalkShow Book Day

“Dalam beberapa tahun terakhir, kita bisa melihat perkembangan media sosial yang sangat pesat. Hal ini tidak lepas dari pengaruh anak muda dalam membentuk suatu kebiasaan hingga perlahan menjadi budaya,” ujar Yarahman.

Ia juga menyoroti perubahan pola gerakan masyarakat sipil yang kini dinilai lebih cepat dan masif dibanding sebelumnya. Menurutnya, perkembangan media digital membuat proses penyebaran informasi dan pembentukan opini publik berlangsung dalam waktu singkat.

“Kita bisa melihat fenomena hari ini, ketika penyampaian informasi oleh sejumlah tokoh atau kepala daerah dapat menjadi blunder di hadapan publik karena pengaruh media sosial. Ini menjadi hal yang menarik untuk dicermati,” ungkapnya.

Selain itu, Yarahman menilai media digital saat ini menjadi ruang strategis bagi pemuda untuk menyuarakan gagasan sekaligus membangun branding gerakan. Ia menyebut keterbukaan akses media sosial memberi peluang besar bagi generasi muda untuk terlibat dalam isu-isu sosial maupun pembangunan daerah.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi. Menurutnya, masyarakat harus memperhatikan kredibilitas sumber informasi di tengah maraknya fenomena post-truth, yakni kondisi ketika fakta objektif kerap kalah oleh emosi dan keyakinan pribadi.

“Penyebaran informasi harus tetap dilakukan secara berimbang, karena itu menjadi bagian dari upaya mencerdaskan masyarakat,” katanya.

Di akhir kegiatan, peserta juga diajak menyampaikan opini terkait situasi daerah dan berbagai persoalan sosial di Kabupaten Paser. Model diskusi interaktif tersebut diharapkan mampu mendorong pemuda untuk lebih aktif bersuara serta menjalankan perannya sebagai agen perubahan dan kontrol sosial di tengah masyarakat.

Editor: Bidang Media & Information

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *